Langsung ke konten utama

2. Brokoli



Brokoli kaya akan kalsium dan asam folat. Dalam 100 gram brokoli yang dimasak, terkandung 56 mikrogram asam folat dan 88 miligram kalsium. Hanya saja karena bentuknya yang agak keras, maka brokoli harus direbus dulu sebentar sebelum dibuat jus.

Brokoli merupakan anggota dari keluarga kubis. Brokoli memiliki hubungan keluarga dengan kembang kol namun berbeda warna. Brokoli tumbuh di daerah dingin, ia tidak dapat tumbuh di daerah panas. Sayuran ini sangat tinggi vitamin C dan merupakan sumber serat larut. Serat larut adalah serat yang membantu melancarkan buang air besar dan juga pencernaan.

Brokoli atau green sprouting berbentuk menyerupai sekelompok tunas-tunas hijau. Brokoli banyak mengandung sulforatan yaitu zat antioksidan yang paling ampuh. Brokoli juga berkhasiat meningkatkan kecerdasan, memulihkan kondisi tubuh setelah sakit, dan memperlancar asam amino ke otak.



Brokoli yang berkualitas adalah yang berwarna hijau segar, bonggolan kepala nampak kompak, batang halus, dan daunnya masih liat atau tidak mudah patah.

Brokoli banyak dikonsumsi dalam bentuk olahan tumis, campuran sup, direbus atau di buat jus.
Brokoli adalah sayuran keluarga Cruciferae terkenal dengan sifat mereka untuk mengurangi risiko kanker. Namun para peneliti memperingatkan bahwa proses memanggang, rebus sayuran ini dapat mempengaruhi manfaat brokoli. Dua peneliti di University of Warwick telah menguji brokoli dan telah melakukan tes untuk menilai dampak dari metode yang berbeda dari cara memasak.



Merebus Brokoli adalah metode memasak dengan efek negatif yang besar pada sifat-sifat brokoli. Setelah setengah jam direbus brokoli telah kehilangan 77% dari sifat menguntungkan mereka. Berbeda dengan metode memasak dan mengukus, para peneliti melaporkan tiada kerugian yang signifikan jika memasak menggunakan mikrowave.


Penyimpanan brokoli dengan pembekuan kulkas, akan menentukan jumlah kehilangan khasiat 30% dari zat glucosinato. Jadi cara terbaik dalam mengonsumsi brokoli adalah dengan cara konsumsi segar (jus sayur), atau dimakan mentah.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

10. Jus Jambu Biji

Bahan: - 200 gram jambu biji, cuci bersih, buang bijinya, potong-potong - 100 ml air es Cara membuat: 1. Masukan jambu biji dan air ke dalam blender, haluskan. 2. Tuang ke dalam gelas. 3. Sajikan.

G. Kanker Getah Bening

Sumber Gambar : https://www.google.com/search?q=kanker+getah+bening&tbm Kanker Getah Bening atau limfoma adalah tipe kanker yang menyerang sel darah putih dan terkumpul dalam kelenjar getah bening. Sel tersebut cepat menggandakan diri dan tumbuh secara tidak terkontrol. Limfoma Non Hodgkin sering disingkat jadi LNH. Karena limfosit bersirkulasi ke seluruh tubuh, maka selain di kelenjar getah bening tempat yang paling sering terkena Limfoma adalah limpa dan sumsum tulang. Selain itu bisa terbentuk di perut, hati atau yang jarang sekali di otak. Seringkali lebih dari satu bagian tubuh terserang oleh penyakit ini. Limfoma pada otak atau urat saraf tulang belakang disebut limfoma susunan saraf pusat (SSP). Penyakit Limfoma dapat menyerang di segala usia, namun lebih sering menyerang usia tua 65 tahun. 

G. Kanker Getah Bening

Sumber Gambar : https://akcdn.detik.net.id Gejala pada Limfoma secara fisik dapat timbul benjolan yang kenyal, tidak terasa nyeri, mudah digerakkan, dan tidak ada tanda-tanda radang. Hal ini dapat segera dicurigai sebagai Limfoma non-Hodgkin. Namun, tidak semua benjolan yang terjadi di sistem limfatik merupakan Limfoma. Bisa saja benjolan tersebut hasil perlawanan kelenjar limfa dengan sejenis virus atau mungkin tuberkulosis limfa. Ada tiga gejala spesifik pada kanker getah bening (Limfoma) yaitu: 1. Demam berkepanjangan dengan suhu lebih dari 38 oC. 2. Sering keringat malam. 3. Kehilangan berat badan lebih dari 10% dalam 6 bulan