Langsung ke konten utama

Penyebab Kolesterol



Kadar kolesterol merupakan salah satu indikasi kesehatan tubuh. Kelebihan kolesterol bisa memicu penyempitan pembuluh darah dan meningkatkan resiko serangan jantung. Untuk menghindari hal tersebut tidak ada salahnya bila kita perlu mengetahui penyebab kolesterol di dalam darah bisa meningkat.

A. Faktor genetik

80% dari kolesterol di dalam darah diproduksi oleh tubuh sendiri. Ada sebagian orang yang memproduksi kolesterol lebih banyak dibandingkan yang lain. Ini disebabkan karena faktor keturunan. Faktor keturunan juga menjadi penyebab kolesterol tinggi. Seseorang bisa mendapat kolesterol tinggi karena faktor genetik keluarga yang mampu menghasilkan trigliserida maupun kolesterol melebihi batas normal. 

Dalam kaitan dengan keturunan, kadar lemak yang abnormal dikenal dengan; familial hiperkolesterolemia, hipo HDL, familial hipertrigliserid. Kejadian ini biasanya ditandai dengan kadar kolesterol total sampai di atas 400 mg/dl atau kadar HDL di bawah 35 mg/dl pada usia yang relatif muda dalam satu keluarga. 

Meskipun pada orang ini justru rajin berolahraga, pola makan kaya serat, jarang mengonsumsi lemak hewani, dan tidak merokok, tubuh tetap saja memproduksi kolesterol. Kalau keluarga Anda memiliki riwayat penyakit penyempitan pembuluh darah (jantung, stroke) mungkin Anda juga.

B. Faktor Makanan

Pada saat kita mengonsumsi makanan yang mengandung lemak, maka lemak itu akan masuk ke usus kita dan mengalami proses pemecahan menjadi asam lemak trigliserida, fosfolipid, dan kolesterol. Kolesterol yang berada dalam zat makanan yang kita makan dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah. 

Kolesterol merupakan salah satu jenis lemak yang diproduksi di hati dan banyak ditemukan dalam makanan jenis hewani. Makanan yang menjadi penyebab kolesterol tinggi yaitu makanan yang mengandung lemak jenuh. Lemak merupakan bahan makanan yang sangat penting, bila kita tidak makan lemak yang cukup maka tenaga kita akan berkurang, tetapi bila kita makan lemak berlebihan dapat mengakibatkan kerusakan pembuluh darah. 

Berikut ini daftar makanan yang bisa mengakibatkan kolesterol berlebih.

Jenis makanan yang perlu diperhatikan untuk dikonsumsi
karena kadar kolesterol yang cukup tinggi.


Jenis makanan yang berbahaya untuk dikonsumsi
karena kandungan kolesterol yang tinggi.



Jenis makanan yang pantang untuk dikonsumsi 
karena kandungan kolesterol yang sangat tinggi.




C. Usia dan Jenis Kelamin Anda

Usia yang semakin meningkat juga salah satu faktor penyebab kolesterol tinggi. Karena bertambahnya usia, kadar kolesterol pun semakin tinggi akibat menurunnya daya kerja organ tubuh.

Berdasarkan jenis kelamin, pada laki-laki sampai usia sekitar 50 tahun memiliki risiko 2-3 kali lebih besar dibandingkan dengan wanita untuk mengalami aterosklerosis oleh kolesterol. Pada wanita usia di bawah 50 tahun atau setelah menopause (mati haid), memiliki risiko yang sama dengan laki-laki. Masa premenopause, wanita dilindungi oleh hormon estrogen sehingga dipercaya mencegah terbentuknya aterosklerosis. Estrogen dalam kaitan dengan kolesterol bekerja dengan cara meningkatkan HDL dan menurunkan LDL pada darah. Setelah menopause, kadar estrogen pada wanita akan menurun, risiko hiperkolesterol dan aterosklerosis akan menjadi setara dengan laki-laki.

D. Tingkat Aktivitas

Banyak orang yang sudah paham bahwa kurang aktivitas dapat menimbulkan dampak yang serius terhadap kesehatan. Kurangnya aktivitas fisik dapat meningkatkan LDL atau kolesterol jahat, dan menurunkan HDL atau kolesterol baik.

E. Stress 

Selain faktor-faktor di atas, penyebab kolesterol tinggi lainnya dari stress. Stress memicu seseorang untuk mengonsumsi makanan tanpa kontrol dan juga mengubah gaya hidup sehat yang sudah dilakukannya. Hal tersebut dapat menyebabkan penyakit jantung atau stroke sedini mungkin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

10. Jus Jambu Biji

Bahan: - 200 gram jambu biji, cuci bersih, buang bijinya, potong-potong - 100 ml air es Cara membuat: 1. Masukan jambu biji dan air ke dalam blender, haluskan. 2. Tuang ke dalam gelas. 3. Sajikan.

G. Kanker Getah Bening

Sumber Gambar : https://www.google.com/search?q=kanker+getah+bening&tbm Kanker Getah Bening atau limfoma adalah tipe kanker yang menyerang sel darah putih dan terkumpul dalam kelenjar getah bening. Sel tersebut cepat menggandakan diri dan tumbuh secara tidak terkontrol. Limfoma Non Hodgkin sering disingkat jadi LNH. Karena limfosit bersirkulasi ke seluruh tubuh, maka selain di kelenjar getah bening tempat yang paling sering terkena Limfoma adalah limpa dan sumsum tulang. Selain itu bisa terbentuk di perut, hati atau yang jarang sekali di otak. Seringkali lebih dari satu bagian tubuh terserang oleh penyakit ini. Limfoma pada otak atau urat saraf tulang belakang disebut limfoma susunan saraf pusat (SSP). Penyakit Limfoma dapat menyerang di segala usia, namun lebih sering menyerang usia tua 65 tahun. 

G. Kanker Getah Bening

Sumber Gambar : https://akcdn.detik.net.id Gejala pada Limfoma secara fisik dapat timbul benjolan yang kenyal, tidak terasa nyeri, mudah digerakkan, dan tidak ada tanda-tanda radang. Hal ini dapat segera dicurigai sebagai Limfoma non-Hodgkin. Namun, tidak semua benjolan yang terjadi di sistem limfatik merupakan Limfoma. Bisa saja benjolan tersebut hasil perlawanan kelenjar limfa dengan sejenis virus atau mungkin tuberkulosis limfa. Ada tiga gejala spesifik pada kanker getah bening (Limfoma) yaitu: 1. Demam berkepanjangan dengan suhu lebih dari 38 oC. 2. Sering keringat malam. 3. Kehilangan berat badan lebih dari 10% dalam 6 bulan