Langsung ke konten utama

A. Kanker Kandung Kemih

Sumber Gambar : https://www.google.com/search?q=kanker+kandung+kemih&tbm

Kanker kandung kemih me¬nempati peringkat kesembilan di antara serangan kanker yang pa¬ling umum terjadi di dunia. Pada 1990, dilaporkan ada 260 ribu kasus baru. Di antara jumlah itu, 115 ribu pasien meninggal akibat kanker kandung kemih.

DI Indonesia, kasus kanker baru cukup tinggi. Di bidang urologi, kanker kandung kemih atau buli-buli menduduki peringkat kedua setelah kanker prostat. Namun, jika dibandingkan dengan kanker yang lain pada pria, kanker kandung kemih berada di pe¬ringkat keenam setelah kanker paru, tenggorokan, dan usus. Penyebab pasti kanker kandung kemih belum diketahui.

Namun, seperti layaknya kanker, mereka yang mempunyai keluarga dengan riwayat kanker berisiko lebih tinggi. Faktor risiko yang lain meliputi usia. Risiko terjadinya kanker kandung kemih meningkat sejalan dengan pertambahan usia. Kebiasaan merokok serta paparan bahan-bahan karsinogenik (penyebab kanker) merupakan faktor risiko utama.

Insiden kanker kandung kemih lebih ba¬nyak terjadi pada pria jika dibandingkan dengan perempuan. Pria berisiko 2-3 kali terjangkit kanker kandung kemih daripada perempuan. Prof dr Rainy Umbas SpU PhD dari Departemen Urologi RS Cipto Mangunkusumo Jakarta mengatakan, hal tersebut disebabkan perempuan lebih rendah terpapar zat-zat karsinogen.

Selain itu, faktor risiko lain yang bisa menyulut terjadinya kanker kandung kemih adalah adanya batu saluran kemih dan infeksi saluran kemih (ISK). Dua faktor itu hampir selalu menyertai pasien dengan kanker kandung kemih. Di negara barat, kasus batu saluran kemih dan infeksi saluran kemih sudah jarang terjadi. Namun, di Indonesia insidennya masih cukup tinggi. ‘’Bahkan, ada juga bayi yang mengidapnya, walau kejadiannya sangat jarang,’’ ujar guru besar urologi FK UI tersebut.

Menurut Umbas, sekitar 30 persen kanker kandung kemih dihubungkan dengan adanya batu kandung kemih atau infeksi saluran kemih. ‘’Tidak tahu pasti kenapa demikian. Apakah karena kesadaran kurang atau karena jauh dari fasilitas kesehatan,’’ kata Umbas. Yang jelas, kanker bisa muncul akibat batu kandung kemih atau ISK yang tidak diobati dengan tuntas.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

10. Jus Jambu Biji

Bahan: - 200 gram jambu biji, cuci bersih, buang bijinya, potong-potong - 100 ml air es Cara membuat: 1. Masukan jambu biji dan air ke dalam blender, haluskan. 2. Tuang ke dalam gelas. 3. Sajikan.

G. Kanker Getah Bening

Sumber Gambar : https://www.google.com/search?q=kanker+getah+bening&tbm Kanker Getah Bening atau limfoma adalah tipe kanker yang menyerang sel darah putih dan terkumpul dalam kelenjar getah bening. Sel tersebut cepat menggandakan diri dan tumbuh secara tidak terkontrol. Limfoma Non Hodgkin sering disingkat jadi LNH. Karena limfosit bersirkulasi ke seluruh tubuh, maka selain di kelenjar getah bening tempat yang paling sering terkena Limfoma adalah limpa dan sumsum tulang. Selain itu bisa terbentuk di perut, hati atau yang jarang sekali di otak. Seringkali lebih dari satu bagian tubuh terserang oleh penyakit ini. Limfoma pada otak atau urat saraf tulang belakang disebut limfoma susunan saraf pusat (SSP). Penyakit Limfoma dapat menyerang di segala usia, namun lebih sering menyerang usia tua 65 tahun. 

G. Kanker Getah Bening

Sumber Gambar : https://akcdn.detik.net.id Gejala pada Limfoma secara fisik dapat timbul benjolan yang kenyal, tidak terasa nyeri, mudah digerakkan, dan tidak ada tanda-tanda radang. Hal ini dapat segera dicurigai sebagai Limfoma non-Hodgkin. Namun, tidak semua benjolan yang terjadi di sistem limfatik merupakan Limfoma. Bisa saja benjolan tersebut hasil perlawanan kelenjar limfa dengan sejenis virus atau mungkin tuberkulosis limfa. Ada tiga gejala spesifik pada kanker getah bening (Limfoma) yaitu: 1. Demam berkepanjangan dengan suhu lebih dari 38 oC. 2. Sering keringat malam. 3. Kehilangan berat badan lebih dari 10% dalam 6 bulan