Langsung ke konten utama

Akibat Kanker



Sumber Gambar : https://d1bpj0tv6vfxyp.cloudfront.net


Kanker adalah penyakit akibat pertumbuhan sel-sel tubuh tidak normal yang berubah menjadi sel kanker dalam perkembangannya. Sel-sel kanker ini dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya. Sehingga dapat menyebabkan kematian. Kanker sering dikenal oleh masyarakat sebagai tumor, padahal tidak semua tumor adalah kanker. Tumor adalah segala benjolan tidak normal atau abnormal yang bukan radang.

Tumor dianggap lebih berbahaya dan ganas jika sel kanker berhasil menyebar ke seluruh tubuh dengan menggunakan darah atau sistem getah bening dan menghancurkan jaringan sehat dalam proses yang disebut invasi.

Ketika tumor berhasil menyebar ke bagian lain dari tubuh dan tumbuh, menyerang dan menghancurkan jaringan sehat lainnya atau biasa disebut metastasis maka akan mengakibatkan kondisi serius yang sangat sulit untuk diobati.

Sekarang ini, kanker banyak sekali mendapat perhatian medis maupun media karena pada saat ini penderita penyakit tersebut meningkat dan menyebabkan angka kematian yang besar.

Kematian akibat penyakit kanker akan terus meningkat, bila tidak ada perubahan pola makan, perilaku, gaya hidup, dan lingkungan yang mendukung terciptanya hidup sehat. Kanker masih menjadi penyakit menakutkan dan salah satu pembunuh tertinggi di dunia saat ini. Karena orang semakin terbiasa dengan perilaku yang memicu kanker seperti merokok dan konsumsi lemak berlebihan.

WHO melaporkan, sedikitnya 40 persen dari 12 juta orang didiagnosis terserang kanker setiap tahun. WHO memperkirakan, 84 juta orang meninggal akibat kanker dalam rentang waktu 2005 hingga 2015. Untuk mengantisipasi lonjakan angka kematian akibat kanker, maka setiap 4 Februari, WHO bersama dengan International Union Against Cancer (IUAC) melakukan kampanye pencegahan kanker. Masih dalam laporan yang sama, WHO juga mengungkap beberapa faktor utama penyebab kanker. Pertama, kebiasaan merokok.

Menurut WHO, sedikitnya 1,8 juta angka kematian akibat kanker disebabkan kebiasaan merokok. Sebanyak 60 persen dari keseluruhan angka kematian yang disebabkan kebiasaan merokok dijumpai di negara-negara berkembang dan terbelakang. Faktor lain adalah obesitas. Hingga kini sebanyak 274.000 orang meninggal akibat kanker yang disebabkan faktor obesitas. Konsumsi alkohol yang berlebihan juga memicu timbulnya penyakit kanker.

WHO melaporkan, sebanyak 351.000 penderita kanker akibat alkohol meninggal dunia. Pada peringatan Hari Kanker Sedunia tahun ini Kementerian Kesehatan sudah mulai berbenah untuk mengatasi persoalan penyakit kanker. Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Tjandra Yoga Aditama mengatakan, pengendalian kanker dilaksanakan secara terpadu. 

Program pengendalian kanker dilaksanakan melalui empat kegiatan pokok, yaitu pencegahan faktor risiko, deteksi dini, surveilans epidemilogi, dan penyebaran informasi (KIE). Program pengendalian diutamakan pada kanker tertinggi, yaitu kanker leher rahim dan payudara. Caranya dengan membentuk pilot proyek deteksi dini di enam provinsi (enam kabupaten).


Komentar

Postingan populer dari blog ini

10. Jus Jambu Biji

Bahan: - 200 gram jambu biji, cuci bersih, buang bijinya, potong-potong - 100 ml air es Cara membuat: 1. Masukan jambu biji dan air ke dalam blender, haluskan. 2. Tuang ke dalam gelas. 3. Sajikan.

G. Kanker Getah Bening

Sumber Gambar : https://www.google.com/search?q=kanker+getah+bening&tbm Kanker Getah Bening atau limfoma adalah tipe kanker yang menyerang sel darah putih dan terkumpul dalam kelenjar getah bening. Sel tersebut cepat menggandakan diri dan tumbuh secara tidak terkontrol. Limfoma Non Hodgkin sering disingkat jadi LNH. Karena limfosit bersirkulasi ke seluruh tubuh, maka selain di kelenjar getah bening tempat yang paling sering terkena Limfoma adalah limpa dan sumsum tulang. Selain itu bisa terbentuk di perut, hati atau yang jarang sekali di otak. Seringkali lebih dari satu bagian tubuh terserang oleh penyakit ini. Limfoma pada otak atau urat saraf tulang belakang disebut limfoma susunan saraf pusat (SSP). Penyakit Limfoma dapat menyerang di segala usia, namun lebih sering menyerang usia tua 65 tahun. 

G. Kanker Getah Bening

Sumber Gambar : https://akcdn.detik.net.id Gejala pada Limfoma secara fisik dapat timbul benjolan yang kenyal, tidak terasa nyeri, mudah digerakkan, dan tidak ada tanda-tanda radang. Hal ini dapat segera dicurigai sebagai Limfoma non-Hodgkin. Namun, tidak semua benjolan yang terjadi di sistem limfatik merupakan Limfoma. Bisa saja benjolan tersebut hasil perlawanan kelenjar limfa dengan sejenis virus atau mungkin tuberkulosis limfa. Ada tiga gejala spesifik pada kanker getah bening (Limfoma) yaitu: 1. Demam berkepanjangan dengan suhu lebih dari 38 oC. 2. Sering keringat malam. 3. Kehilangan berat badan lebih dari 10% dalam 6 bulan